Kembali dan Rindu

Standard

didalam sinar matahari dia tersesat
begitu pun dalam temaram rembulan dia tersesat
kembalikan dia pada jalan yang ditinggalkan
“pulangkan daku, duhai kasih
kembalikan daku pada aroma-aroma ketidakpedulian
kedamaian tanpa hati yang dilanda gelisah
pada kerinduan yang tenang diperaduan”
kembalikan dia pada sosok masa lalunya, yang pemalu dan tiada berani berkata bagaimana rasa di dada
pablo neruda pada soneta memperjelas rasa
sebelum ia jatuh pada mu, tiada yang ada menjadi miliknya
tiada yang berarti
ia mencintaimu tanpa tahu mengapa, kapan dan darimana
ia mencintai mu dengan sederhana, tanpa masalah atau kebanggaan
saat malam menunggang kuda dalam bayangan, berganti pagi dengan siang tiada pesan yang kunjung datang
ia adalah suatu rasa yang terbentuk oleh kehadiran mu, dan perlahan hancur karena kepergian mu

ia hanya merindu

Yogyakarta, 17 Maret 2018

Advertisements

Rindu

Standard

hai, apa kabar ?

aku rindu, saat dimana kamu memenuhi notifikasi di layar handphone ku.

aku rindu, di saat kamu mencari dimana keberadaan ku.

aku rindu, ketika kamu tidak tentu waktu, tidak peduli aku merasa kantuk, kamu tetap menemui ku melalui suara mu.

aku rindu, ketika kamu begitu cemas ketika aku seperti tidak ada rasa peduli pada mu.

aku rindu, kamu yang memberikan kabar di setiap waktu.

aku rindu, kamu.

hanya rindu, tiada yang lain. aku tidak mau membahagiakan diri dengan melukai hati dia yang begitu menyayangi mu.

jaga dia, seperti kamu menemani ku, meski hanya sementara waktu.

 

Yogyakarta

2018/05/03

Renjana dalam Angan

Standard

“selamat malam”

ku titipkan pada angin, karena aku tidak lagi bisa mengutarakannya sambil melawan tatapan mata mu yang teduh.

“kamu dimana ?” pertanyaan yang masih terus berputar dan terngiang meski aku merasa tidak seharusnya bertanya ini lagi, dan aku hanya berharap kamu baik-baik saja, terlindung dari angin malam maupun rintik hujan.

tiada mengapa, semalam ini lupa. hanya ingin mengenang, bahwa aku pernah menjadi yang utama dalam hidup mu. tiada dosa, meski aku melukai ego ku untuk berusaha lupa dan berharap semua baik-baik saja.

begitu besar ingin untuk menjaga renjana ku yang begitu kuat “aku ingin bersama mu”, namun apa yang bisa aku lakukan, jika aku hanya berlari seorang diri, dan kamu berbalik berlawanan arah.

“who in your life that you wish you’d meet sooner ?” my friend ask to me.

“Your name”, the answer.

aku bersyukur pernah bersama mu, maka aku bertanggungjawab akan rasa yang ku berikan. ku bahagiakan kamu, dengan cara ku, meski aku rasa sepertinya itu tidak cukup bagi mu.

renjana seperti tersimpan utuh dalam peti mati, diam di sudut diri. menunggu untuk di ketuk kembali.

renjana ku untuk kembali merangkai mimpi dan mewujudkannya bersama mu.

renjana ku yang terjaga hanya untuk mu.

ku titipkan rindu pada malam, semoga ia tetap setia seperti matahari pada siang dan bulan pada malam. ku titipkan rindu pada ia yang ku harap selalu dalam lindungan yang Kuasa. ku titip rindu pada ia yang mungkin sebenarnya hanya angan-angan.

Yogyakarta

2018/05/03

Welcome

Standard

Hai

Ini senin malam, saat dimana saya merindukan seseorang di sela materi ujian akhir yang menghimpit. untuk menyegarkan pikiran yang semakin malam semakin tidak karuan, youtube saya jadikan pilihan, mencoba menjadi manusia cerdas semalam, menonton video Michelle Obama saat ia berbicara di Empower Women, di London pada tahun 2015. Mendengar semangat Michelle Obama mengenai hak perempuan untuk terus belajar, membawa saya kembali pada mimpi dan semangat yang sempat saya tinggalkan. Mungkin bukan ditinggalkan, tapi terabaikan oleh kesibukan yang akhirnya mengorbankan waktu yang dulu saya habiskan untuk mimpi dan semangat ini.

Memasuki selasa di waktu subuh, jari-jari saya seakan mengikuti kata hati untuk kembali menyusun apa yang dulu sempat saya abaikan, kembali merangkai mimpi melalui kata, berlagak menjadi pujangga. Saya hidup.

Senyum tertahan tatkala membayangkan, saya kembali menyapa dunia dengan cara terbaik yang saya miliki, cara ternyaman yang saya rasa. Susunan kata yang mampu menjelaskan apa yang dirasa, untaian kata yang tesusun bak lenggok gadis penari jawa.

Hari ini, saya memutuskan untuk kembali,

Yogyakarta, 12/12/17

Instagram/Twitter: @farfiays2620